Sejarah Desa Sugihmanik
Senin, 03 Oktober 2016
kabupaten grobogan,
kecamatan tanggungharjo,
sejarah desa sugihmanik,
sendangsari sugihmanik
Edit
Sejarah Desa Sugihmanik
Kuras Banyu Sendangsari Sugihmanik
Sejarah Desa Sugihmanik tak lepas dari sejarah proses pendirian Masjid Agung Demak. Kisaran tahun 1353 Saka atau 1431 Masehi atau 852 Hijriah, Sunan Kalijaga yang di percaya oleh Raden Patah ( Raja pertama dari Kesultanan Demak, sekitar abad 15 Masehi ) untuk mendirikan Masjid Agung Demak, Sunan Kalijaga bersama rombongan Santri mencari kayu yang berkualitas terbaik untuk di buat menjadi genting sirap. Setelah melakukan perjalanan panjang akhirnya memukan di sebuah hutan jati dengan kualitas kayu istimewa dan sangat tua, untuk mengenang hutan itu Sunan Kalijaga menamai hutan itu dengan hutan JATI SIRAP.
Watu Teleng Sendangsari Sugihmanik
Bende Peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga
Di dalam sumber mata air itu terdapat beberapa ikan yang warnanya putih bening terlihat tulangnya, karena melalui ikan itu sumber di temukan maka untuk menghargai jasanya Sunan Kalijaga melarang kepada penduduk dukuh Matamu memakan ikan itu. Di riwayatkan apabila penduduk dukuh Matamu, maka akan mendapatkan tubuhnya gatal-gatal dan kering kerontang terlihat tulangnya seperti ikan itu dan kemudian meninggal. Untuk mengenang jasa ikan itu kemudian di namakan ikan PALUNG.
Kentongan Pertama Masjid Baiturrohman Sugihmanik
sendang itu akhirnya di namakan sendang SENTONO DALEM.
Lemari Pertama Masjid Baiturrohman Sugihmanik
Dari rentetan peristiwa di atas, Sunan Kalijaga merasa perlu mengganti nama dukuh Matamu agar menjadi nama dukuh yang lebih baik, karena kata Matamu dalam bahasa jawa termasuk bahasa yang kurang sopan tutur bahasanya. Karena peristiwa di temukanya sumber mata air sangat jernih berkilauan banyak sekali seperti manik-manik, maka di simpulkan banyak air seperti manik dan dukuh matamu di tetapkan namanya menjadi dukuh SUGIH MANIK.
Sunan Kalijaga meminta rombongan Santri untuk membangun sebuah tempat ibadah berbentuk surau agar dapat beribadah bersama masyarakat, surau tersebut juga di lengkapi dengan bedug dan kentongan. Bedug dan kentongan di buat dari ujung kayu jati yang akan di buat menjadi bedug Masjid Agung Demak, di ceritakan apabila bila bedug di bunyikan akan terdengar di lingkungan Masjid Agung Demak.
Sunan Kalijaga juga meminta rombongan Santri untuk mendirikan Balai agar bisa di gunakan untuk bermusyawarah, karena bentuk balai berbentuk panjang, kemudian mereka menamakan BALAI PANJANG.
Ternyata benar ucapan Sunan kalijaga itu, karena desa tersebut akhirnya menjadi ramai dan padat penduduknya. Sekian riwayat sejarah berdirinya Desa Sugihmanik, semoga membawa hikmah bagi kita semua, Wallahu A'lam Bishawab.

0 Response to "Sejarah Desa Sugihmanik"
Posting Komentar